Tampilkan postingan dengan label tugas teknokom. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tugas teknokom. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 April 2010

sistem analog dan digital

Sistem dapat didefinisikan sebagai suatu himpunan benda atau bagian-bagian yang bekerja bersama-sama atau terhubung sedemikian rupa sehingga membentuk suatu keseluruhan.
Sistem digital adalah susunan peralatan yang dirancang untuk mengolah besaran fisik yang diwakili oleh besaran digital, yaitu oleh nilai diskrit.
Peralatan itu pada saat ini umumnya merupakan peralatan elektronika. Meskipun dapat juga merupakan peralatan mekanik atau pneumatic. Sistem digital yang umum dijumpai antara lain adalah computer, kalkulator, dan jam digital.
Sistem analog meliputi peralatan yang mengolah besaran fisik yang diwakili dalam bentuk analog. Dalam system analog besaran itu beragam dalam nilai yang sinambung. Sebagai contoh amplitudo sinyal keluaran pengeras suara dalam pesawat penerima radio dapat memiliki nilai yang sinambung dari nol sampai ke nilai maximum yang mampu ditahannya.
Pada saat ini, khususnya dalam bidang elektronika, penggunaan teknik digital telah banyak menggantikan kerja yang sebelumnya menggunakan teknik analog. Alasan utama terjadinya pergeseran menuju teknologi digital itu adalah sebagai berikut:
1. Sistem digital lebih mudah dirancang. Hal itu terjadi karena hal yang diggunakan adalah rangkaian pengalih yanhg tidak memerlukan nilai tegangan atau arus yang pasti, hanya rentangan(tinggi atau rendah) yang diperlukan.
2. Penyimpanan informasi mudah dilakukan. Penyimpanan informasi itu dapat dilakukan oleh rangkaian pengalih khusus yang dapat menyesuaikan informasi tersebut dan menahannya selama diperlukan.
3. Ketepatan dan ketelitiannya lebih tinggi. Sisttem digital ndapat menangani ketelitian sebanyak angka yang diperlukan hanya dengan menambahkan rangkaian penganlih saja. Dalam system analog, ketelitian biasanya terbatas hanya sampai tiga atau empat angka saja karena nilai tegangan dan arus didalamnya bergantung langsung pada kepada nilai komponen rangkaiannya.
4. Operasinya dapat dengan mudah diprogrankan. Sangat mudah untuk merancang suatu sisrem digital yang kerjanya dikendalikan oleh program. Sistem analog juga dapat diprogram tetapi ragam dan kerumitan operasinya sangat terbatas.
5. Sistem digital lebih kebal terhadap noise. Perubahan tegangan yang tidak teratur tidak terlalu mengganggu seperti halnya dalam system analog. Dalam system digital nilai pasti untuk tegangan tidak penting sepanjang noise itu tidak sebesar sinyal tinggi atau sinyal rendah yang telah ditetapkan.
6. Lebih banyak rangkaian digital yang dapat dibuat dalam bentuk chip rangkaian terpadu. Meskipun rangkaian analog juga dapat dibuat dalam bentuk IC, kerumitannya membuat system analog itu lebih mahal dalam bentuk IC.
Satu-satunya kekurangan rangkaian digital adalah karena dunia nyata sesungguhnya adalah system analog. Hampir semua besaran fisik di dunia inibersifat analog dan besaran itulah yang merupakan masukan dan keluaran yang dapat dipantau, yang dolah dan dikendalikan oleh system. Contohnya adalah suhu, tekanan, letak, dll.
Pada saat ini semakin banyak penggunaan teknik analog dan digital dalam suatu system untuk memanfaatkan keunggulan masing-masing. Tahapan terpenting adalah menentukan bagian mana yang menggunakan teknik analog danbagian mana yanhg menggunakan teknik digital. Dan dapat diramalkan di masa depan bahwa teknik digital akan menjadi lebih murah dan berkualitas.
Contoh Sistem Digital:
1. Jam digital
2. Kamera digital
3. Penunjuk suhu digital
4. Kalkulator digital
5. Computer
6. HP
7. Radio digital
Contoh Sistem Analog:
1. Remote TV
2. Spedometer pada motor
3. Pengukur tekanan
4. Telepon
5. Radio analog

Sumber: Dasar-Dasar Rangkaian Logika Digital

Senin, 22 Maret 2010

teknologi komunikasi

pertama kali saya mengambil mata kuliah ini, saya merasa cukup senang karena pastinya mata kuliah ini akan lebih membantu saya yang "agak gaptek ini" lebih mengenal dunia teknologi komunikasi..haha..

hari pertama kuliah yang sangat mencengangkan..karena ternyata jumlah mahasiswa yang mengambil mata kuliah ini sangat melebihi kapasitas ruang kuliah di ruang 4...ruang kelas seolah olah berubah menjadi dandang kukusss, beuhh panasee puol...sampe2 ad yg ga kdapetan tempat duduk..abis mau gmana lagi demi menuntut ilmu...ckckck.."sok2an mode on"..hehe..tapi tetep aja jd ga konsen karena situasi dan kondisi yang tidak mendukung untuk bsa berkonsentrasi....hallahh apalagii coba..hahaii..

tapi semua itu bsa dilewatin karena dosen yang ngajar mata kuliah ini bener-bener ngsh penjelasan yang gampang qta mengertii..hha mulai lebay aaahhh...tapi bener kq dosen gw yang satu ini a.k.a bpk.Edi santoso, punya cara ngajar yang nyantai tapi seriuss..dya jg ngasih penjelasan beserta contoh real yang gampang kita cerna..yaa pknya yang ga jauh-jauh dari kehidupan sehari hari qta dya juga murah senyumlohh orgnya..jd gbt klo kuliah..kan bt jg tuhh klo dosennya jutek plus dengan tampang sangar.hha

ternyata mata kuliah ini dibagi jd 2 kelas dan minggu ini kyanya mau ikutan kelass yang siang aj.Cz kelas siang mahasiswanya lebih sedikit jd gaperlu kepanasan tau takut ga kedapetan tempat duduk d....haha.SEMANGATTT